CERPEN GW — SUCI

January 3rd, 2008 by oek-jehan-euwik

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Udara yang dingin akibat derasnya hujan yang mengguyur

kota

Jakarta

, membuat orang-orang ingin segera mengakhiri segala aktivitasnya. Malam ini, hamper semua orang tertidur lelap dan bermimpi indah. Tapi, tidak dengan Suci, seorang gadis cantik berumur 18 tahun yang tinggal di kawasan perumahan elit.

            Di ruang keluarga di rumahnya, Suci sedang berbincang-bincang dengan ibunya. Ya, mereka hanya tinggal berdua di rumah mewah itu. Ayahnya sudah lama tiada, dan Suci merupakan anak tunggal. Awalnya, mereka masih mengobrol sambil bercanda. Namun, lama kelamaan suasana memanas ketika sang ibu mengungkapkan keinginannya untuk membawa Suci ke Rumah Sakit Jiwa besok.

            “Maksud mama apa? Kenapa aku mau dibawa ke Rumah Sakit Jiwa? Memangnya siapa yang akan kita jenguk?”, tanya Suci keheranan.

            “Ehm… kita tidak menjenguk siapa-siapa, sayang… Mama.. mama cuma mau memeriksa kesehatan psikologismu di

sana

.”, terang ibunya.

            “Mama pikir aku ini gila? Lagipula kalau hanya itu, kita

kan

bisa memanggil psikiater ke sini.”

            “Tapi ini rekomendasi dari kantor polisi, sayang…”

            “Polisi?! Ngapain mama masih nurutin kata-kata polisi-polisi aneh itu! Seharusnya mereka yang perlu diperiksa psikologisnya! Mereka menangkap orang-orang yang tidak bersalah seperti aku!”

            “Tapi menurut mama rekomendasi dari mereka bagus. Lagipula pemeriksaan ini

kan

ngga ada ruginya buat kamu.”

            Emosi Suci pun memuncak.

            “Kalau mama tetap memaksa aku, berarti mama menganggap aku gila!”

            “Bukan begitu, sayang… Justru mama melakukan ini semua demi kamu.”

            “Bohong! Pasti mama pikir aku gila! Aku ngga gila, ma! Aku ngga gila! Mama sudah ngga sayang aku lagi! Mama sama saja dengan papa!”

            “Apa yang kamu katakan itu ngga benar! Mama sangat sayang sama kamu! Begitu pula almarhum papamu…”

            “Bohong! Mama sama saja dengan papa! Ngga ada yang sayang sama aku! Kalau papa sayang sama aku, papa ngga mungkin tega melakukan hal itu! Ayah macam apa dia yang tega merenggut kehormatan anaknya sendiri! Aku malu! Aku sakit hati! Dan aku ngga pernah menyesal sudah membunuhnya!”

            Suci tidak dapat membendung air matanya lagi. Ibunya memeluknya dan menenangkannya. Teringat kembali masa-masa kelam itu. Peristiwa kelabu yang tak akan pernah terhapus dari ingatan mereka. Peristiwa yang membuat Suci malu karena keadaannya yang sudah tak sama lagi dengan namanya.

            Peristiwa itu terjadi ketika Suci masih berumur 16 tahun dan duduk di bangku SMA. Tepatnya 3 hari setelah hari ulang tahun Suci.

            Malam itu, Suci sedang merapikan tempat tidurnya ketika tiba-tiba ayahnya masuk ke kamarnya tanpa permisi. Saat itu ibunya sudah tidur. Setelah mengobrol sebentar, Suci mulai mencium gelagat aneh ayahnya, dan Suci mulai histeris ketika ayahnya mencoba melakukan perbuatan yang tidak senonoh padanya. Tentu saja Suci berontak, namun usahanya sia-sia. Ayah kandungnya itu sudah membuat Suci tidak perawan lagi!

            Lalu, selagi ada kesempatan, Suci berhasil meloloskan diri. Ia berlari sambil memanggil-ibunya. Ayahnya masih mengejarnya seperti tak kenal rasa puas.

            Ibunya lari tergopoh-gopoh mencarinya, dan ketika sampai di ruang keluarga, Ia melihat suatu hal tragis.. Ia melihat suaminya tergolek tak berdaya di lantai. Kepalanya penuh darah dan ada serpihan beling di sekitarnya. Terdapat luka tusukan juga di dadanya. Ibunya tahu siapa yang melakukannya. Ia juga tahu dari mana serpihan beling itu berasal. Ia melihat Suci menangis. Tangan kanannya memegang guci yang sudah pecah.

            Malam itu juga, Suci menyerahkan diri ke kantor polisi seraya melayangkan tuduhan dan pembelaannya. Ia juga menjalani sidang dua kali. Dalam sidangnya, tak tampak raut menyesal di wajahnya. Ia malah tertawa dan merasa puas telah membunuh ayahnya, dan tiba-tiba menangis ketika Ia ingat perlakuan kotor ayahnya itu.

            Dua tahun lamanya Suci mendekam di penjara.

Namun

Ia

masih belum menyesali perbuatannya. Ia berpikir bahwa mati adalah ganjaran terbaik untuk pria macam ayahnya. Saat ibunya menjenguknya, Ia hanya diam saja. Ia lebih suka duduk dengan posisi lutut menopang dagu, sambil menghisap ibu jarinya. Ia tak mau berkomunikasi dengan orang lain selain ibunya. Ia suka bersenandung kecil untuk menghibur diri. Namun terkadang Ia juga suka ngedumel sendiri, bicara sendiri, bahkan tertawa sendiri.

            Kebiasaan buruk ini masih sering berlangsung saat Suci sudah dibebaskan. Hal inilah yang membuat ibunya cemas. Ibunya pun berkonsultasi dengan kepala kantor polisi tempat Suci dipenjara. Satu-satunya jalan terbaik adalah memeriksa kondisi kesehatan psikologis Suci ke Rumah Sakit Jiwa.

            Setelah dirayu dengan pendekatan oleh ibunya yang sudah menenangkannya saat mereka berselisih, akhirnya Suci setuju dengan permintaan ibunya.

            Esoknya, mereka pergi ke Rumah Sakit Jiwa. Di

sana

, mereka dikenalkan dengan seorang dokter muda bernama dr.Finan. Lalu, Suci pun mulai menjalani pemeriksaan. Hasilnya sudah dapat keluar sore itu juga.

            Saat yang dinanti-nanti pun tiba. dr.Finan memberikan hasil pemeriksaan psikologis Suci.

            “Bagaimana dok? Saya ngga gila

kan

? Saya ngga perlu dirawat di sini

kan

?”, tanya Suci tidak sabar.

            dr.Finan tertawa kecil dan menjawab pertanyaan Suci, “Iya, kamu benar. Tapi….”

            “Tapi apa, dok?”

            “Suci, kamu mengalami sedikit gangguan mental dan harus menjalani rehabilitasi di sini. Kamu tidak perlu menginap di sini, karena rehabilitasinya hanya dilaksanakan tiga kali seminggu. Harinya bisa kamu tentukan sendiri. Lamanya tergantung perkembangan psikologismu sendiri. Mungkin akan makan waktu berbulan-bulan.”

            Meskipun Suci harus menjalani rehabilitasi selama berbulan-bulan, namun cukup mengetahui bahwa Suci tidak gila saja sudah membuat Suci dan ibunya lega. Mereka berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit Jiwa, khususnya dr.Finan. Mereka juga diberitahu bahwa dokter rehabilitasi Suci adalah dr.Finan.

            Ternyata perkembangan kesehatan psikologis Suci cukup baik. Dalam beberapa bulan, kebiasaan buruknya sudah hilang. Melalui pengajaran di rehabilitasi itu pun, Ia mulai menyesali perbuatannya terhadap ayahnya. Ia pun berterima kasih pada dr.Finan yang selalu menjadi teman curhatnya. Ia selalu berkeluh kesah pada dokter muda itu. Ia juga menceritakan pengalaman-pengalaman gembiranya, menceritakan impian dan cita-citanya, dan meminta pendapatnya jika ada masalah. Begitu pula dengan dr.Finan yang selalu memberikan nasihat, pengarahan, dan memotivasi Suci untuk sembuh dari gangguan mentalnya dan luka-luka hatinya.

            Tak terasa sudah lebih dari 6 bulan Suci menjalani rehabilitasi. dr.Finan memberitahu Suci bahwa Ia sudah sembuh dan tidak usah kembali lagi. Tentu saja Suci senang mendengarnya, namun hati kecilnya mengatakan bahwa Ia masih ingin kembali. Raut wajahnya menyiratkan perasaan sedih.

            “Apa-apaan raut wajahmu itu? Kamu ngga senang kalau kamu sudah sembuh?”, tanya dr.Finan sedikit bercanda.

            “Dokter, kita sudah sering melewati hari-hari bersama selama setengah tahun lebih. Aku sudah merasa cukup dekat denganmu. Entah mengapa hatiku sedih ketika kau bilang aku tak perlu kembali ke sini. Aku ingin bisa selalu bertemu denganmu.”, kata Suci malu-malu.

            “Yaa… aku paham perasaanmu. Semua pasienku juga bilang begitu padaku ketika akan berpisah. Hahaha….”, kata dr.Finan sambil tertawa.

            Suci agak kesal dan berkata, “Dokter ini kenapa ngga peka sama sekali sih?!”

            “Lho, kamu kenapa jadi marah? Peka apaan maksudnya?”

            Belum sempat Suci menjawab, ibunya sudah datang menjemputnya. “Saatnya berpisah”, pikir Suci dalam hati. Ia dan ibunya bersalam-salaman dan mengucapkan salam perpisahan kepada seluruh pengurus, dokter, dan teman-teman serehabilitasinya di RSJ itu.

            dr.Finan dan beberapa dokter lain mengantarkan mereka sampai ke gerbang. Sebelum masuk mobil pribadinya, Suci memberikan sepucuk

surat

kepada dr.Finan.

            Setelah membaca

surat

itu, dr.Finan sedikit kaget. Ia membacanya sekali lagi.

            Untuk dokterku yang aku hormati dan aku sayangi, dr.Finan.

            Terima kasih sudah membimbingku selama ini, memberikan pengarahan, nasihat, dan selalu menjadi teman curhatku yang paling baik.

            Wahai pencerah hatiku, berkat dirimu, sekarang aku sudah menyesali perbuatanku, dan aku sedang berusaha untuk memaafkan ayah.

            Dokter, aku sedih harus berpisah denganmu. Aku ingin selalu berada di dekatmu. Aku merasa nyaman berada di sampingmu. Hatiku sejuk setiap mendengar kata-kata yang keluar dari mulutmu. Hatiku berdegup kencang saat kau tersenyum padaku. Tahukah dokter apa arti semua ini?

            Wahai perajut asaku, tahukah kau apa impianku? Ya, dulu aku pernah cerita kalau aku ingin menjadi pengusaha sukses, meneruskan perusahaan almarhum ayahku. Tapi ada satu impian lain yang tak berani kuceritakan padamu. Impian itu adalah…aku ingin nantinya menikah dengan seorang dokter yang selama ini sudah merawat dan membantuku. Tapi aku tahu itu tak mungkin.

            Namun, aku berjanji padamu. Aku akan selalu berjuang. Aku tak akan takut menghadapi cobaan lagi, karena cobaan terberat sudah menimpaku. Aku akan berjuang untuk tegar.

Salam sayang,

                                                                                                                                                 Suci

            dr.Finan tersenyum. Ia menundukkan kepala. Air mata mengalir hangat di pipinya.

Lalu

Ia

berkata, “Suci, aku tak tahu mengapa aku menangis setelah membaca suratmu. Aku tak tahu bagaimana perasaanku. Tapi aku senang telah dipertemukan denganmu. Kuharap kita dapat berjumpa lagi.”

All About Autism

October 18th, 2007 by oek-jehan-euwik

   Di kelas gw tuh lagi marak2nya penyebaran VITIS (Virus Autis). Bacot dikit, dibilang autis. Gila dikit, autis. Ktawa2 sendiri, autis. Ntar lama2 kent** juga dibilang autis nih!

     Suatu sore, gw lagi SMSan ma abang gw. Gw kluarin smua jurus gila aneh bin ajaib gw, sampe2 gw dibilang odong. Trus gw bilang kalo gw bukannya odong, tapi autis!

     Beginilah kira2 dialognya:

J: "Kata tmen2 sih aku bukannya odong, tapi autis! Ga tau nih ketularan siapa.. Gimana ga autis,, kelasku kelas paling autis, kakakku autis, abang juga ‘rada’ autis!! Huehehe.."

A: "Tuh kan nama abang dibawa2.."

     Entah gimana selanjutnya, akhirnya gw berhasil membuat dia mengakui kalo dirinya juga autis!! Haha..

WARNING!! Di warnet ini sedang diputar lagu2 jadul!!

     Akhirnya berlanjut sampe besok sorenya.

A: "Sesama penderita autis dilarang saling mencela! Kita harus bersatu untuk menguasai dunia! Kalo udah dunia, galaxi trus jagat raya! ha9"

J: "************BIIIIIIIIIIIP************" (dilarang dipublikasikan)

A: "Yawp..kita dirikan PAAS!"

J: "Opo meneh kui?? Persatuan Anak Autis Sedunia??"

A: "Perkumpulan Autis se-Alam Semesta!"

A: "Partai Autis se-Alam Semesta!"

J: "Bikin nama yg kerenz donk! Misal IAO (Inter.Autis Organiz.)"

A: "Ah, kan kantor pusatnya di Indonesia! Jadi rencana saya selaku wadir, je jadi dirnya! Saya mau menjadikan bahasa Indonesia sbg bahasa alam semesta! ha9 kerenz kan?!"

J: "Ho oh! Mari kita jadikan bahasa Indonesia sbg bahasa autis sedunia! Ntar kita dirikan Akademi Keautisan (AKTIS)!"

A: "Siip! Trus ada PTIA,SESAU,dll..hu9"

J: "Apaan tuh??"

A: "Perguruan Tinggi Ilmu Autis, Skul Staf n Autism! ha9!"

J: "Trus kita kasih BETIS (Beasiswa Autis) bagi siswa2 autis yg berprestasi! Adain juga ANAI (Abang None Autis Indonesia)."

A: "Trus ada ANAB, ANAG, ANAAS juga! Jadi ga cuma bumi, tapi dari planet lain kudu mengirimkan perwakilannya! ha9"

J: "Bwahahahahahahahahahaha!! Ntar yg menang dapet piala autis  + alat2 canggih untuk mendukung penyebaran vitis.."

A: "Wah..takut autis kita meningkat nih! Apa tuh film yg tikus berusaha nguasain dunia??"

J: "Apaan?? Maksudnya kartun The Pinky n The Brain ato apalah namanya..??"

A: "Iya betul! Itu filmnya! ha9, dibilang gila ya gila, autis apalagi! ha9 jadi laper nih membicarakan dunia!"

     Banyak bukti SMS kalo abang gw itu autis..

     Misalnya pas malem2 gw lagi makan lele, dia bilang gini, "Jangan sering makan lele, nanti jadi spt lele! Ha9 bcanda! TISS.. eh salah.. PISS! he9"

     Gw crita kalo gw bangun malem, trus ada kakak gw baru pulang dari warnet kelaperan nyari2 makanan sambil garuk2 pala. Dia mulai mbayangin n sms gw, "Bwaha9 jadi bayangin mukanya ne.. Eh..baru bangun jam 9? Mank dari jam brp? Sore tadi? Busetis..ha9.. Ah dah ah..vitisnya kumat neh.."

     Ada suatu cerita. Gw pernah studi wisata di Bandung, naik bis tentunya. Pas pulang (udah malem neh critanya) gw duduk tepat di belakang supir (bukan nemplok ama supirnya lho!). Gw duduk ama Latifah yg konon katanya nih, autis n keanehannya lebih parah dari gw.

     Latifah dgn santainya dengerin MP3 kenceng2, sampe2 kalo ngobrol ama dia musti ngeluarin toa bin ajaib. Kita ngobrol ini itu n ktawa2 sendiri. Apalagi pas Latifah mraktekin gaya2 anehnya yg lebih parah dari gaya orang dangdutan, bikin gw geli stengah idup! (Gomen ya Peh.. peace!!)

     Mungkin pak supirnya risih n trus ngomong ke gw..

PS: "Kok ga tidur mbak??"

Dgn santainya sambil nengok ke belakang, gw jawab, "Yang lainnya juga pada belum tiiiiiiiiiiiiii……………"

L: "DUR!!"

J: "Eh, udah pada tewas semua dink!! Brarti dari tadi saya ktawa ktiwi sendiri donk pak??"

PS: "%^$@!*^(#&^!*&%#*&!%#^!&*%#&*!#^!*&^@&*%!*#^!*&%"

PS, J, & L: "Huahahahahahahahahahahahahahahahahahaha!!!!!!!!!"

     Kejadian tragis dan memilukan itu (APANYA???!!!!) ditanggapi oleh abang gw, "Bwa ha9 wa kak kak kak.. Dasar Bostis mah..haduh..saya selaku wadir merasa malu ini!"

     Besok paginya..

J: "Abang pasti belum mandi deh!!"

A: "Autis ga pake mandi..yang penting wangi..ganti.."

    Fiuuhh…… itu dulu ah…. Kapan2 gw lanjutin….. Gw dikasih pe-er nih ama wadirtis gw,,, disuruh bikin lagu kebangsaan autis!! Ada yg bisa bantuin gw ga?? Gw lagi ga ada ide nih…. Soalnya gw lagi kegirangan memikirkan sesuatu,hehe.. Buktinya blog gw yg ini ga segila,eh,seautis blog gw yg "Say Gut Bay 2 Djogja"..

     C U . . . =P

Perjalanan Menuju Kebahagiaan

October 5th, 2007 by oek-jehan-euwik

“BAHAGIA”

…..

Sebuah kata yang terus membayangiku…

Apakah aku bahagia??

Apakah temen2 bahagia??

Apakah kalian bahagia??

Sebenernya,,, buat kalian yang namanya “bahagia” itu seperti apa sih??

Ketika dapet nilai bagus?? Punya mobil n HP baru?? Punya pacar baru (amit2 dah yg ini)?? Skolah ato kuliah di skolah/universitas favorit??

Pasti banyak jawaban selain ini….

Tmen2 sadar ga??

Itu smua Cuma kesenangan fisik, Cuma bersifat sementara….

Percaya ga??

Contoh nyatanya nih,, tmen gw yg (sebut aja Ngatiyem), berhasil diterima di skolah favorit se-Indonesia, pertama2 sih dia sneng bgt, tapi stelah beberapa bulan dia skul di situ, dia mulai merasa ga bahagia lagi, dia stress, sampe sering sakit2an….

Contoh kedua, tmen gw (sebut aja Inem), sering gonta-ganti pacar. Sampe pada suatu hari, tiba2 dia meluk gw, katanya dia bahagia bgt punya cowo baru. Gw liat, minggu2 pertama mreka mesra bgt n tampak rona bahagia menyelimuti mereka, si Inem & Paijo. Setahun kemudian, gw lagi jalan2 ama Inem, ternyata eh ternyata, kami ngliat si Paijo lagi gandengan tangan ama cewe laen. Stelah ditegor, Paijo malah ngomong terang2an ke Inem, kalo dia udah bosen ama Inem. Bayangin donk prasaannya si Inem??!!!

So, kesimpulannya… hal2 kayak gitu emank bisa bikin kita bahagia, tapi Cuma sesaat.. Yaaah… walopun ada yang ampe bertaon2,,, tapi

ga bakal ampe selamanya n stiap saat

kan

???

Gw aja dulu sering ga ngrasa bahagia… Padahal gw punya HP baru, motor baru, kadang dapet nilai bagus, dll… Tapi dampaknya Cuma smentara.

Gw lebih beruntung dari kebanyakan orang, tapi gw masih sering ngerasa ga bahagia seutuhnya, gw gat au knapa n gw slalu bertanya dalam hati, tanpa tau jawabannya..

Tanggal 29 – 30 September 2007 (17-18 Ramadhan), gw ikut ESQ 165 Remaja angkatan 52. Tempatnya di Hotel Grand Cempaka, dgn trainernya om Ridwan Mukri, dibantu beberapa asistennya yaitu kak

, kak Surya & kak Jaya bersodara (kembar gitu loh).

Acaranya sumpah seru n asik bgt!! Walopun 2 taon lalu gw pernah ikut ESQ di BKKBN (tapi kayaknya bukan ESQ 165 deh..), tapi yang dulu rasanya jiwa spiritual gw blm bner2 tersentuh gt (ya iya lah, wong Cuma bentar, soalnya gedungnye mo dipake bwt resepsi gitu deh!).

Tapi yang ini beda..

Gw bakalan capek kalo disuruh nyeritain smuanya..

Yang jelas, dari situ gw dapet beberapa pencerahan (ato sbenernya banyak tapi gwnya aja yg ga sadar?! Maklum autis!! Hehe..).

Pertama, dulu gw suka solat buru2. Gw juga sering solat ga tepat waktu, misalnya solat zuhur menjelang asar. Buat gw yg penting solat, daripada ga sama skali! Hayoooo…….. tmen2 ngaku!!! Siapa yg pernah kayak gw???!!! Jangan bilang loe2 pade solat zuhur menjelang subuh!!

Sekarang gw berubah.. Sebisa mungkin gw usahain abis azan gw langsung ambil air wudlu n solat (mosok abis ambil air wudlu trus tidur??!!). Bacaan solatnya juga ga buru2 n gw brusaha khusyuk. Gw baru tau kalo kita baca al-fatihah, stiap kalimatnya bakal dijawab sama Allah SWT. Nah kalo gw bacanya buru2 terus,, kapan lagi gw bias berkomunikasi sama Allah??! Gw juga baru tau asal muasalnya bacaan tahiyatul awal yg ternyata merupakan dialog antara Allah SWT & Nabi Muhammad Saw + kesaksian para malaikat.

Tiap gw solat sendirian, gw pasti nangis.. Apalagi kalo lagi berdoa.. Dulu gw solat cumin 5 menit jadi, sekarang minimal 10 menit. Kalo pas lagi seru2nya, bias ampe ½ jam! Stelah selesai, rasanya timbul rasa bahagia.. Bukan berarti trus gw cengar-cengir sendirian ga jelas kayak orang autis lho! Hati gw rasanya lega n nyaman banget, istilahnya gw udah “curhat” macem2 sama yg Maha Kuasa.. Mungkin ini yg disebut kebahagiaan spiritual, kebahagiaan yg efeknya bisa ampe ribuan tahun.. Tapi kalo solat berjamaah, gw masih suka susah khusyuknya..

Kedua, gw udah nemuin jawaban dari pertanyaan ini: “Pria seperti apa pria idamanmu yang kelak ingin jadi suamimu?”

Gw nemuin tipe itu di ESQ itu. Dulu, tiap liat cowo keren ato ganteng, gw bakal ngomong, “WOOOWW…. Ganteng!!”.

Tapi entah knapa yg ini beda. Stiap gw ngliat dia, gw slalu deg2an, gw langsung menundukkan kpala seraya berdoa dlm hati: “Subhanallah… Astagfirullah… Atas kuasaMu kami bertemu & berpisah… Ya Allah,, kelak bila sudah saatnya, pertemukanlah hamba di pelaminan dengan pria sepertinya… Aamin…”.

Udah ada yang bisa nyimpulin??

Apa arti dari “Kebahagiaan yang sesungguhnya”??

Suatu perasaan yg kita dapet sacara sadar ato ga, waktu kita tau siapa kita sebenarnya & siapa Tuhan kita, untuk apa kita hidup, n seberapa dekat kita dengan sang Pencipta..

Skarang gw kelas 3 SMA, harusnya gw stress karena bakal banyak ujian. Tapi gw tetep tenang n hepi2 aja. Tetep bercanda n autis2an ama tmen2. Ini karena gw sedang dalam proses menuju “Kebahagiaan yang sesungguhnya”. Gw sedang berusaha bertobat n mendekatkan diri pada sang Illahi….

Kesannya gw sok ngasih ceramah gitu. Tapi asli, gw Cuma nyeritain pengalaman spiritual pribadi gw, ga ada maksud laen.

Intinya gw sekarang bahagia………….!!! XD

Ada yg mau ikut ESQ 165??

Hubungi gw aja.. hehe.. (kok kesannya mencurigakan ya??!!)

Say Gut Bay 2 Djogja

January 11th, 2007 by oek-jehan-euwik

   Hiks,, hiks,, hari ini [today] adalah[is] hari terakhir [the last day, bukan the last samurai] gw di Jogja. Sedihnya…. gw mesti berpisah ma sodara2 gw, pisah ma warnet "Sorpokat" yg udah jadi langganan gw dari pertama gw datengin, pisah ma ketan bubuk favorit gw, n pisah ma rental komik "Dulken" yg slalu ngasih gw diskon lebih dari stengah harga (mbak2 yg jaga mah cengar cengir aja kalo gw yg dateng, gimana ga, skali minjem bisa ampe 15 komik! Dan itu bisa gw slesein 1 ato 2 hari.).

 Yup! Gw ke Jogja dalam rangka merayakan hari raya liburan semester gw. Bagi rapot tanggal 29 Desember 2006, besoknya gw brangkat ke Indramayu (Singkat: IM) dijemput ma supir bokap gw (bokap gw kerja di sana). Sampe tanggal 3 Januari, gw terus melewati hari2 yg membosankan di IM. Gimana ga bosen, tipi cuman atu, itupun dikuasai kakak n adek gw buat maen PS. Gw sih ngalah aja, kasian juga kakak gw tanggal 4 mesti balik ke Semarang. Di IM sepi banget (sbenernya sih komplek rumah gw doank yg sepi,hehe). Yang lewat depan rumah paling tukang babat ama tukang becak. Tetangga aja jarang lewat (ato mungkin sering tapi ga gw perhatiin, haha).

 Bokap yang mrasa kasian ama anaknya ini try 2 makes me hepi. Malem minggu gw skeluarga ke alun2, tapi sama skali ga mnarik, cuman gitu2 doank. Kadang ngajak ke "Surya" macem mol kecil gitu. Pertama sih gw sneng, tapi ternyata ya cuma ngono2 thok. Toko bukunya aja ga lengkap. Komiknya ga ada yg edisi baru. Anak Jakarte dilepas di IM, mana tahaaaaaaaaaaaan!!!!!!!

 Kakak gw kerjaannya maen PS mulu, gw kagak bisa nonton acara tipi kesayangan gw deh! Pernah waktu itu gw maen PS jam 11 pagi, trus si_botak_usil (kakak gw) bilang, "Heh, jam 12 gantian!". GW kan lagi maen HM, mana cukup sejam, cuma maen sehari doank! Pas jam 12, lagi mo di-save, tauk2 dia dateng trus ngeganti kaset PSnya, padahal blom di-save!!! Gw marah2 tuh. Gw bilang, "Mo jam 12 lebih 5 kek, lebih 10 kek, judulnya tetep jam 12! Ngasih waktu 5 menit lagi aja knapa sih!". Dia ktawa doank. Apa2an tuh!!!!!!! 24 jam non stop gw ngambek ma dia. Waktu bokap minta dibikinin teh, dia minta juga. Bodo amat dah ga gw bikinin. Padahal kan slama ini gw baek ma dia,,, oooh.. sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya teganya uuoooo………..

 Besoknya dia ngejiplax kalimat gw. Pas gw bilang gantian, dia bilang gini, "Jam 12 lebih 5 kan jam 12 juga. Jam 12 lebih 3 jam juga judulnya tetep jam 12.". (PS: cuman orang goblok yg ngomong jam 12 lebih 3 jam judulnya juga jam 12). Alhasil gw ngambek lagi, tapi diriku mencoba tuk sabar (wuek..). Gw pikir kasian juga dia bentar lagi balik ke Smarang. Kalo dia dah pergi kan PSnya bisa gw kuasai, adek gw mah masalah gampang, hahaha.

 Tanggal 3 malem. Tiba2 nyokap ngasih ide gimana kalo gw liburan ke Jogja. Yippi! Gw terima usul itu dengan lapang jidat! Besok paginya jam 5.30 kami berangkat menuju Semarang (gw, kakak gw, nyokap, adek gw, n supir, bokap gw ga bisa ambil cuti jadi ga ikut). Skitar jam 12.30 kami udah di depan Graha kakak gw di Akpol. Dia masuk bentarch trus balik2 bawa kalender. 1 misi tlah usai, saatnya melanjutkan misi ke2, yaitu nyari travel. Yup! Gw ke Jogja sendiri, naek travel "Rama Sakti".

 Hari 1.

     Gw masuk Jogja MUNGKIN skitar jam 7 kali ya, haha, ga tau jalan. Masih ada 3 penumpang laen slain gw (Yaitu cewe2 jelek bin genit). Mreka turun di depan rumahnya (yg ternyata tempat foto-kopian) di Jalan. Kaliurang KM 6,7 (masih inget aja gw!). Gimana ga inget, udah gelap, sepi, di mobil cuma ber2 ama supirnya. Pengennya sih gw godain, berhubung udah tua ya ga jadi. Wakakakakakkk….. bcanda.

     "Turun di depan pendopo Taman Siswa kan mbak?"

     "Iya pak."

     "Pendopo di mana ya?"

     (Lha, masa’ supir travel kagak tau?! Gw aja ga tau,hehe.)

     Pas nyampe depan TamSis (sbelah kiri mobil), supirnya nanya, "Di sini aja apa masuk?"

     Pandangan gw cuma ke sbelah kiri, nyari sodara gw yg mo jemput.

     "Ga usah masuk pak, sodara saya mau jemput kok. Coba ke depanan lagi."

     Dengan tabloidnya (tampang blo’on idiot) gw kedap kedip nyari orang di sbelah kiri. Eeh,, tauk2 supirnya nunjuk ke arah kanan.

     "Lha, itu ya mbak sodaranya?"

     Pas gw liat, BENER! KNAPA GA DARI TADI GW LIAT KE ARAH KANAN! GUOBLOX!

     Yg pertama gw liat adalah spupu gw namanya Gustri yg khabarnya mirip Giovanni L. Tobing (Itu lho si BUDI goblok di sinetron WULAN, btw pas banget lho, gw nulis ini pas ada lagunya Sandaran Hati, haha). Dia naik motor sambil melambai2kan tangan. Pas gw mo turun, supirnya bilang ntar aja, dia mo muterin mobil jadi gw ga usah nyebrang (dikira Bude gw, gw mo dibawa kabur ma supirnya, haha). Ternyata yg jemput 3 orang, mas "Budi", Bude gw ama spupu gw atu lagi namanya mbak Ninta jelek yg waktu gw nulis blog ini dia bilang "Tulis: cewek masa kini!".

     Jam 9 malem. Perut gw mules2. Gw bawa tidur aja.

     Hari 2.

 Jam 5 pagi gw udah mengeluarkan tenaga dalam supranatural gw. U know lah kalo orang mules kayak gimana. Pagi itu gw udah masuk WC 3 kali. Amboy banget dah rasanya.

     Merasa dah sembuh, sorenya gw ke warnet (jam 6) ampe jam 8. Trus ke Dulken nyewa 10 komik (gw 5, mbak Ninta 5). Aturan sih lebih dari 10ribu, tapi gw cuma dikasih harga 7000 (bukan! bukan gwnya yg 7000, tapi komiknya!). Lumayan lah….

 Hari 3. Sabtu, 6 Januari 2007.

     Gw baca komik seharian. But sorenya gw ke rumah Bude gw yg 1nya lagi (ada banyak sodara gw di sini) di Pasekan. Only ber4 ma mas Gus3, mbak Ninta, n mas Adit. Kita naek motor lho…. Mbak Ninta dibonceng mas Adit, gw ama mas Gus3.

     Pertamanya sih sempet mabok juga, coz dia ngebut gitu. Baru kali itu gw naek motor kenceng bgt. N tau ga motornya apa? Tiger! Bayangin aja, baru itu gw naek Tiger yg emang segede Tiger (ama yg naek aja gedean motornya). Skalinya naik Tiger langsung dibikin stres gara2 ngebut. Tapi lama2 biasa aja sih. Motor orang lagi!

 Hari 4. Minggu, 7 Januari 2007.

     Skali lagi, seharian baca komik. But lagi, sorenya gw nyekar (yg bukan orang jawa pasti ga ngerti). Nyekar itu gali kuburan orang.. (ga ding, loe pikir Sumanto?!). Nyekar=berziarah. Dan pertanyaannya adalah… eng ing eng… nyekar siapakah gw???

     Kirim jawabannya melalui SMS dengan format:

     NYEKAR [spasi] JAWABAN

     Dan kirim ke 0856 185 8 sekian sekian sekian.

     100 pengirim pertama akan mendapatkan "Spesial bunga 7 rupa buat nyekar".

     Pemenang akan mendapatkan foto plus tanda tangan "special edition" sang penjaga kuburan yg legendaris.

     Buruan!

     NB: selama persediaan masih ada.

     (Emang dari awal kagak ada persediaan apa2, hahaha!)

     Tuh kan ngelantur lagi! Loe sih! (Lho?!)

     Jadi gw tuh nyekar nenek gw.

     Sore menjelang maghrib gw n mbak Ninta ke rumah bude gw yg lainnya lagi (kan dah gw bilang sodara gw byk!). Eeh,,, gw malah ditinggal nonton INTAN.

 Hari 5. Senin, 8 Januari 2007.

     Seharian gw NGAMPLAZ (bukan! gw bukan tukang cat yg mo meng-amplas tembok2 yg tak berdosa). And the maksud is… eng ing eng… gw jalan2 ke Plaza Ambarukmo (singkat: AmPlaz, cari nama keren laen kek!). Oya, gw ber2 doank ama mbak Ninta.

     Dengan penuh percaya diri dan smangat 45 yg berkobar2 spt api yg membara di pucuk gunung Merapi, gw pikir bisa belanja banyak buat oleh2 temen2 gw. Tapi takdir berkata lain.. Stiap counter yg gw masukin, pas gw kluar gw langsung berkata, "WOW, MAGIC!!!". Gimana ga mejik, harga2nya aja buat uang saku gw setaon. Gw pikir kayak PGC (Pasar Grosir Cililitan) yg di Cililitan (yg bukan orang Betawi pasti ga tau deh) yg menjual barang dagangannya dgn obral gede2an. Ya iyalah! Masa’ mo bandingin PASAR GROSIR ama PLAZA! Mari kita bandingkan. Di PGC pernak pernik 10rebu segraup, di Amplaz harga yg udah obral (ditambah muka memelas meminta keringanan biaya) paling mentok juga 50rebu!

     Di PGC gw biasa beli kaset DVD yg 15rebu dapet 2 keping. Udah gitu ye, prinsip ekonomi yg gw pelajari slama ini, daripada beli CD mending beli mp3 yg lagunya lebih banyak, trus kalo beli kaset film yg 1 kaset 9 film (biasanya terpampang dgn jelas: 9 IN 1). Hayo…siapa yg mo berguru ama gw?!

     Sedangkan di Amplaz kagak ada yg bajakan bgituan, paling murah juga 15ribu, itupun film yg jadul n ga menarik bgt. Hikz..hikz.. inilah nasib anak Carrefour (baca: kere n poor) yg demennya beli bajakan. Psst..jangan laporin gw ke polisi! Awas loe! Udah baca2 blog gw juga!

     Jam 12.30. Pemain utama serial WULAN, yaitu kembaran gagalnya Giovanni L. Tobing alias mas Gus3 nyusul.

     Jam 14.10 kita nonton di 21, Night At The Museum. Siapa yg ngiri ma gw?? Ngaku!! Hahaha..!!

     Sbenernya masih banyak kjadian konyol bin ajaib lainnya yg mo gw critain. Tapi berhubung pantat gw udah duduk di Sorpokat hampir 3 jam, ditambah lagi bentar lagi ada acara jumpa fans di "Plaza" Sentul, ya ntar aja kapan2 gw critain. Oceeh!!

     Hari 6. Selasa, 9 Januari 2007.

 Baca komik seharian (kayaknya sih, gw lupa!). Maklum, aktivitasku kan padat! Wakakakakk….

 Hari 7. Rabu, 10 Januari 2007.

     Ga kemana2, cuman berjam2 di Sorpokat trus ke Dulken. Tau ga sih loe, gw minjem 11 komik cuman enam ribu lima ratus rupiah! Lebih geboy dari yg pertama kali minjem, hehe.

     0ya, gw lom crita (alias pamer) ya?! Di Sorpokat tercinta ini kalo dari jam 6 pagi ampe jam 10 pagi diskon 30% (ini mah promosi!). Trus kalo loe2 pade ingin mencoba dunia malam bersama Sorpokat slama 6 jam, loe tinggal bawa duit 10rebu buat ngenet dari jam 12 malem ampe jam 6 pagi. 0ya, di sini juga bisa bikin kartu member, n member di sini dapet diskon 15%. Loe mungkin bertanya2, sbenernya perjamnya brapa sih? Jawabannya: gw sendiri juga ga tau. Tapi kata mbak Ninta 4ribu. Habisnya gw kalo maen berjam2 cuman bayar 10rebu kembali 400 lah, 12rebu lah (itupun gw nambah 2 disket), kyaaaaaaaaaa……….!!!!!!!!!! Bahagianya daku!!!!!!!!!!!

     Malemnya gw ke rumah pakde gw di kandang gajah, eh, maksud gw deket kandang gajah alun2 Selatan. Sumpah kalo lewat situ baunya busuk bgt! Dgn pemandangan bulet2 warna ijo n coklat (baca: tai gajah) yg bikin orang dimabuk kepayang.

     Sbenernya sih gw sempet ke PEARL HARBOUR, eh, Malioboro ding, haha, jauh bgt y! Udah dandan keren2, eeh..brangkat naik bus pulang naik becak. Mana pas pulang dengan PDnya gw n mbak Ninta secara bersama2 nguap selebar2nya (ga ditutupin lagi!) trus ada bapak2 yg mirip Lim Po Che (pokoknya smua yg gw liat berbentuk botak putih pasti gw sebut Lim Po Che). Dia ngeliatin gw dengan terpesonanya akan kelebaran mulut gw sampe becak gw dah lewat aja dia masih ngliatin. Sumpah! Gw berjanji! Gw akan buat perhitungan dengan tuh Lim Po Che! Gw ga mau lewat situ lagi! Habisnya jalanan sepi bgt sih, gw pikir ga ada orang 1 pun! Padahal biasanya tuh jalanan lumayan rame! Kata mbak Ninta, "Jalan sepi itu tanda2 kita mau dipermalukan!".

     Tadinya sih gw ragu2 mo ke Malioboro, coz ada kabar kalo di sono ada orang yg nyuntikin HIV di kondisi suk2an (maksudnya desak2an). Tapi.. kalo takut bukan JEHAN namanya! Padahal…. di sana semua orang gw curigai, kalo ada orang tipe mencurigakan, gw langsung asal masuk toko. Inget! Itu bukan takut, tapi waspada!

     Stelah muter2 2 kali n sempet menyejukkan diri di mol Malioboro, gw cuman beli 1 pin kecil gambar babi imut harga 1.500 di mol, sama komik Samurai Deeper Kyo 36 n One Piece yg terbaru di Gramed. Kalo di emperannya gw cuman beli gantungan kunci. Dari yg harga aslinya 5ribu, gw tawar jadi 10ribu 6 biji (iye, gw emang kagak pinter nawar).

     Banyak kejadian konyol juga sih, tapi susah kalo ga diomongin langsung.

 Hari 8. Kamis, 11 Januari 2007.

     Lagi-lagi dan lagi. Ngebut ngebaca komik (kburu pulang ke Jkt bo!). Dari siang pe’ malem gw di rumah bude gw yg di Pasekan.

 Hari 9. Jumat, 12 Januari 2007.

     Di sinilah gw berada. Di dalam Sorpokat CPU nomor 12 (pas kan ama tanggalnya?? hehe.). Dari jam 8.14. N barusan gw liat lagi tauk2 aja udah jam 11.28. Rencananya sih kluar jam 12 (lagi2 12, ada apa dengan 12?? wooo….uouooo….). Habis ini gw mo ke Dulken, mengucapkan salam perpisahan pada komik2 yg stiap gw dateng mreka merengek2 untuk dibawa. Gw mo baca komik seharian! Gw mo puas2in THE LAST DAY gw di Jogja! Loe2 smua jangan ganggu gw ya! Hahaha..

     Besok gw ke Jakarta naik Taksaka pagi jam 9.30 (kalo ga ngaret) n nyampe di st.Jatinegara (stasiun paling te o pe di Jakarta) jam 17.15. Mudah2an gw nyampe dgn slamet, amin. Jgn sampe diculik alien kayak si Adam Air. Mudah2an juga diberi ketabahan pada smua yg gw tinggal, sodara2 gw, Sorpokat, Dulken, "Plaza" Sentul, AmPlaz, motor Tiger punya orang yg udah dgn stia ngebawa gw jalan2..

     Slamat tinggal smuanya..

     Aku tau kalian pasti sangat sedih dan merindukan diriku yg imut manis nan menggemaskan ini..

     Hikz..hikz..

     Yah,., kluar deh…

     Bukan, bukan air mata gw…

     Tapi….

     Upil gw..

     Daaaaghh…… rindukan aku ya! Aku pasti akan kembali! N langsung daftar member Sorpokat! Hehe.

     Thx buat yg udah mau baca blog gw ini.

     C U next time, Djogja!

Miss U All..

May 14th, 2006 by oek-jehan-euwik

     Gw kangen bgt ama sohib2 d SMP gw.. Ga ada yg bisa nggantiin mereka.. Ga ada yg gilanya sama kyk mereka.. Renta, Nurul, Dea, Gita, Gista, de el el.. Skarang smuanya udah pada mencar..

     Renta C. M., temen sebangku gw yg bener2 gila persis kyk orang gila. Rambutnya yg panjang kriting kribo gombal, spatunya yg butut, jalannya yg bungkuk, mulutnya yg toa abiz, hobinya loncat2, sifatnya yg sotoy, ga jelas, n nyebelin, yg ngebuat temen2 di Archive ga suka ma dia, smuanya gw inget bgt.. Oya, musuh utama Renta di Archive adalah Zulfian, Eross, Robbi, n Ogi.

     S. Nurul K., temen gw sekelas di Archive, duduk di depan gw. Rambutnya kriting juga tapi rapi, anaknya kecil, pake kacamata, suka Jepang bgt. N dia kalo cerita kebanyakan ketawanya ketimbang ceritanya. Kalo ktawa dah ga bisa direm..ampe mukanya merah.. Gw ama Nurul paling suka ngerjain Renta n ngejekin plus nasehatin Renta. Sampe Renta nanya, "Separah itukah?? (maksudnya dia sendiri)", trus gw ama Nurul bakal ngejawab sambil triak, "YA!!". Abiz itu Renta nunjukin muka melas n tertindas, yg ngebuat gw n Nurul ngakak.

     Nadea P.P., ni anak atu paling sabar ngadepin temen2nya yg error.. Suka banget ma Jepang, trutama manga n animenya. Kalo beli komik ga tanggung2, 10 dapet dah (paling suka terbitan m&c)! N tiap hari bawa komik k skul. Dari komik ampe majalah Animonster smua dia lalap! Dulu waktu klas 2 si Dea kena pengaruhnya Gista, yaitu nyewain komik dg harga mencekik leher..

     A. Pragita G., si pendek bulet bertaring drakula yg ngaku2 mirip Nirina Njeber ini playgirl bgt. Hobinya kebut2an pake motor "Harley" kesayangannya. Ati2 klo diboncengin ma dia, musti pegangan, klo ga pas nglewatin polisi tidur loe bakal "terbang" 1meter (gw dah sering ngalamin!). Ni anak adalah partner gw buat ‘menghancurkan’ DINA, temen kami dari TK. Dina tu sasaran empuk bulan2an gw n Gita.

skian dulu deh, kapan2 gw lanjutin, gw capekkkkkkk

Dufanku.. Kesebelasanku.. Gemporku..

March 7th, 2006 by oek-jehan-euwik

     Kmaren tanggal 7 Maret 2006 hari Selasa, gw pergi ke Dunia Bikin Gempor alias Dufan. Mumpung libur gitu, udah gitu mumpung 1 tiket untuk 2 orang. Jadine cuma bayar 25rebu! Lagian ini untuk mentor. Wahaha.. mentor di Dufan, demen dah!

     Kalo orang2 pade sok jaim pake mobil pribadi ato taxi, gw ma temen2 gw (11 orang, cukup bwad maen bola) naek bus umum! Pertama ngumpul dulu di PGC, jam 10 brangkat naek bus apa tauk, kalo ga calah 57. Hmm.. ada kejadian bikin negh! Masa’ ya, ada tukang kacang jijay banged tau ga sih! Pertama dia jualan kacang di bus yg gw naikin, trus pindah ke bus sebelah. Nah, dari bus sebelah dia ndadain gw sambil cengar-cengir ga jelas! Fina yg duduk yg di sebelah gw langsung ngakak! Gw ceritain ke temen2 yg laen, eh.. pada ikut ngakak! Di lampu merah, ketemu lagi ama tuh kecoak, innalillahi!!

     Lamaaaaa banged nyampenya! Trus turun di terminal ganti naek busway yg skarang naek jadi 3.500 perak. Itu juga lama. Eh, si Fina ngincer mas2 yg tukang bukain pintu busway!

     Ganti lagi naik angkot M-150 (bisa!). Nyampe jam 12. Tau gitu mending naek kereta dah! Anjrot!

     Begitu nyampe dupan, kita langsung ber-narsis-ria pake handycam n kamera yg gw bawa. Oya, masuk dupannya berdua2 n pura2 ga saling knal, soalnya yg 1 tiket b2 itu ga boleh tuk rombongan.

     Gw cuma maen beberapa wahana, waktunya kurang ciey!!Pertama2 gw shalat Dzuhur dulu, trus naek KICIR-KICIR yg ada di sebelah mushalla. Bujut dah naek tu "kursi" kayak kagak ada pegangannya! Emang bner, maen di Dufan dapat menyebabkan kejang2, gangguan pencernaan dan pita suara. Ck..ck..ck..

     Truz naek HALILINTAR yg ngantrinya panjang (semua wahana panjang) tapi cepet. Naeknya pun cepet, cuma 5 menit. Buat tantangan Fear Factor asoy niey! Naek halilintar 10x tapi ga boleh teriak. Wahaha….

     Ada lagi wahana PONTANG PANTING yg ngantrinya kayak ular anakonda. Hampir 1 jam gw ngantri ampe lumutan! Untungnya maennya 2x. Nah, bwad loe2 pade, jangan pilih tempat duduk di sbelah kanan (1 tempat 2 orang), ntar kegencet ama yg sbelah kiri!! Untung waktu ntu gw di kiri n ngegencet tmen gw, Dina, yg badannya gedean gw. Wakakakakkk……

     Trus ke apa tuh namanya yg rumah kaca itu. Kagak asyik bgt. Bentar doank. Tapi ternyata banyak juga orang2 yg nyasar, termasuk tmen2 gw. Gw pun sempet nyasar 2x. Tapi tetep aja ga seru, kurang menantang ah!

     Gw juga naek KORA-KORA. Gw ma Dina langsung naek dari kiri, n kita duduk di paling ujung! Smakin ke ujung smakin mnantang, sumpah! Kayak mo jatuh! Tmen2 gw yg laen di ujung satunya, tapi ga ujung banget. Jadi waktu gw naik n mreka turun ato kebalikannya, kita dada2an n sorak2an.

     Wadoh, blon slese nih, tapi males juga nyang nyimpen di draft.

== MY POEM ==

August 10th, 2005 by oek-jehan-euwik

Perhatian!

Sangat dilarang keras banget sekali "menyontek" puisi2 ini!!!

Meskipun jelek sih..

          KUMBANG

Tak semua kumbang sempurna

Tak semua kumbang berhati mulia

Saat itu juga, kutatap awan & air yang sedang bergejolak

Mereka mati, namun mereka jujur….

                              KAU

Kau

Bagai kumbang yang tak pernah datang ke tamanku

Kau

Bagai mimpi paling indah yang pernah aku impikan

Kau

Bagai embun pagi yang selalu menyejukkan hari-hariku

Kau

Bagai alunan merdu yang masuk melalui telingaku & merajang otakku

Kau

Bagai kristal yang menyilaukan kedua mataku

Dan kaulah

Yang telah membukakan mata hatiku

Bagiku

Tak kurang suatu apapun darimu

Bagiku

Kaulah kumbang yang paling sempurna di antara semua kumbang

Dan kaulah

Yang merajut asaku & menepis segala keraguanku

Kaulah harapanku, dan kaulah yang kuharapkan

Namun sayang……..

Mustahil bagiku untuk mendapatkanmu

Karena kau pergi, dan aku takkan pernah melihatmu lagi

Tapi kau akan terus berada di hatiku, mimpiku, dan angan-anganku….

Kumohon, bila kau kembali, beri tahu aku

Aku tak akan bosan menunggumu

Aku tahu

Kau pergi, untuk mengejar cita-citamu

Dan kau

Bersemangatlah!

Mungkin ini, akan menjadi kata terakhirku….

Singkat

Puisi ini, singkat saja

Satu…

Dua…

Tiga…

Sesingkat perjumpaan kita

Yang membuat hatiku sepi sekali lagi

Tapi aku ingin

Perpisahan kita singkat juga…

 

Jalanku

Tatkala surya menepis sinar rembulan

Aku terbangun dari mimpiku

Bagai anak ayam kehilangan induknya

Ku tak tahu harus ke mana kulepas langkahku

 

Lalu kususuri jalan itu

Jalan yang gelap tetapi penuh warna

Kupijakkan kakiku pada jalan itu

Kuberjalan tanpa arah dan tumpuan

 

Jalan ini adalah jalanku

Jalan yang penuh dengan asa dan nestapa

Jalan yang kuarungi dengan langkah kecilku

Langkah kecilku yang ternyata terlalu angkuh

Untuk mendahului tiap detik dan menit yang terlewati

 

Nyanyian alam mulai terdengar

Desiran angina pun ikut berirama

Rumput dan bunga menari-nari

Kuhitung batu kerikil yang kupijak

Yang tak pernah ada habisnya

 

Jalanku seperti kanvas

Aku bebas mewarnainya

Dengan warna-warna pelangiku

Merah, biru, hijau, putih

Bahkan hitam dan abu-abu

Kupadukan semua warna itu

Menjadi dimensi yang menakjubkan

 

Aku Adalah Aku

Aku adalah aku

Kamu adalah kamu

Dia adalah dia

Dan mereka adalah mereka

 

Aku adalah aku

Aku bukan kamu

Dan kamu bukan aku

 

Aku adalah aku

Aku bukan dia

Dan dia bukan aku

 

Aku adalah aku

Aku bukan mereka

Dan mereka bukan aku

 

Aku bukan kamu, dia, ataupun mereka

Kamu bukan aku, dia, ataupun mereka

Dia bukan jua aku, kamu, ataupun mereka

Dan bahkan merekapun bukan aku, kamu, ataupun dia

 

Sekalipun kamu adalah aku,

dia adalah aku,

dan mereka adalah aku

Aku tetap adalah aku

 

Meski kamu adalah dia atau mereka,

dia adalah kamu atau mereka,

dan mereka adalah kamu atau dia

Aku tetap bukan kalian semua

Karena aku adalah aku

 

Jiwaku T’lah Kosong

Lukisan senja di hati

Ternoda oleh darah lukaku

Luka yang tak terpera

Timbulkan perih tak bernyawa

 

Nuansa sepi di dasar hati

Tenggelam sukma berbagi rasa

Gugurnya anganku yang layu

Hempaskan segenggam kenangan

Relung jiwaku t’lah kosong

 

Hhh…

Tak perlu lagi tuk ditangisi

Bahkan untuk ditertawai

Takkan berguna itu semua

Karma jiwaku t’lah kosong

 

Tenggelam

Tenggelam, ku tenggelam

Dalam duka sisakan derita

Bintang pun sebenarnya tak suka

Bila bulan tenggelam sisakan siang

 

Tenggelam, ku tenggelam

Dalam haru sisakan air mata

Bintang, tahukah kau?

Bulan terharu dengan kesetiaanmu

 

Tenggelam, ku tenggelam

Dalam bahagia sisakan tawa

Bintang, kau haruslah senang

Bulan, matahari, dan semuanya menyayangimu

 

Kau pantas dapatkan itu

Karena kesetiaanmu menyejukkan

Kau selalu menemani bulan dan matahari

Meski kadang kau tak terlihat

 

Setiamu sangat indah

Walau kadang menyakitkan

Bila aku sesetia kau

Apakah ku bisa setegar kau untuk tak tenggelam?

Kepolosan di Atas
Perang

Ibu, ada apa sih?

Kenapa semua orang berlari?

Mereka sedang bermain apa?

Aku ingin ikut!

 

Ibu, mereka seperti anak kecil ya?

Seperti aku! Hehe…

Mereka main kejar-kejaran

Membawa batu dan pistol-pistolan

 

Oh iya Bu, aku baru sadar!

Kita

kan

main kejar-kejaran juga

Tapi tadi aku terjatuh

Lalu ibu menggendongku

 

Lihat Bu!

Mereka capek bermain terus

Banyak yang tiduran di jalanan

Biar aku saja yang menggantikan mereka bermain!

 

Ibu, itu apa?

Baju mereka kok jadi merah?

Sampai tumpah ke jalan

Seru sekali, aku juga ingin!

 

Ibu, kok berhenti menggendongku?

Ooh… asyik! Bajuku jadi merah juga!

Tapi kenapa jadi gelap ya, Bu?

Permainan apa sih ini?

 

Ibu, kenapa menangis?

Hoam… aku mengantuk Bu…

Aku ingin tidur di pangkuan Ibu

Selamat tidur, Bu!

Aku sayang Ibu!

 

Rasa Ini

Meski hanya setetes,

Ingin kurasakan aliran kasih sayangmu

Yang

kan

mengalir di samudera hatiku

Menghanyutkan segala emosiku

 

Akankah kau berikan padaku

Cintamu yang tulus

Meski hanya sepercik sayang

Yang mengembun di daun-daun hatiku

 

Namun yang kau berikan padaku

Adalah gerimis tiada henti

Yang tanpa kusadari t’lah membasahi pipiku

Aku yang terlalu menginginkanmu

 

Rasa ini bagai asap yang terbang

Namun tak pernah mencapai angkasa

Rasa ini bagai cahaya

Yang tak pernah menerangi duniamu

 

Sekali saja,

Izinkan aku,

Menyentuh cintamu dengan sukmaku

Namun jangan jadikanku bonekamu

 

Andai Ku Mampu

Andai ku mampu tuk menggapaimu

Aku rela menjadi berang-berangmu

Yang selalu siap membendung segala kesedihanmu

Walau harus kubendung dengan darahku

 

Andai ku mampu tuk menggapaimu

Aku rela menjadi payung dan tamengmu

Yang

kan

selalu melindungi dan menjagamu

Meski harus kupertaruhkan nyawaku

 

Andai ku mampu tuk menggapaimu

Aku rela menjadi tanah tempat kau berpijak

Meski berbatu ataupun berumput

Ku ‘

kan

selalu hargai tiap langkahmu

 

Andai ku mampu tuk menggapaimu

Aku rela menjadi diarymu

Tempatmu menumpahkan segala perasaanmu

Maka ku dapat mengerti dirimu sepenuhnya

 

Terima Kasih Untuk
Kenangan Indahmu

Ketika kubuka mataku

Aku melihat dunia

Begitu besar… perasaan tak nyaman menyelimutiku

Dan kala itu kau muncul mendamaikan hatiku

 

Ketika kukepakkan sayapku

Kurasakan angina membelai bulu-bulu sayap indahku

Kuingat saat-saat indah itu

Saat kau belai lembut rambutku

 

Ketika kuraih impianku

Kau menangis memelukku

Kali pertama kulihat tangis bahagiamu

Tak lagi tetes peluh perihmu

 

Kau s’lalu lindungi aku

Kubalas dengan senyumku

Kau s’lalu sayangi aku

Kusambut dengan ceriaku

 

Waktu terus berlalu

Tak ka nada lagi waktu

Resah gelisah bergejolak di dadaku

Akankah kita berpisah?

 

Itu semua belum cukup

Belum cukup…

Bukan kasih sayangmu

Bukan rasa cintamu

Namun ragaku tak mampu tuk membalas semua itu

Membalas semua kebaikan yang pernah kau beri

 

Meski kau tak inginkan itu

Aku hanya dapat ucapkan, “Terima kasih…”

Kata-kata yang sering kau dengar

Entah kau tahu perasaanku saat kuucapkan itu

 

Rasa suka dukaku ini

Saat ucapkan itu

Namun tak urung kuucap lagi,

“Terima kasih, Ibu…”

Ikan Badut

July 31st, 2005 by oek-jehan-euwik

Hmm…. nyoba doank neeh….

Taw ikan "badut"?

Itu lho kyk yg di Finding Nem0, warnanya merah.

Warna merah gelap menandai ikan badut, sbg betina dominan yg menempati terumbu karang, di mana ia tinggal bersama pasangannya yg berwarna jingga. Kalau si betina mati, pasangannya akan berubah menjadi merah marun, lalu berubah menjadi betina, & akan kawin dgn jantan berikutnya.

Bayangkan jika manusia spt itu!